KMA : “ APARATUR PERADILAN HARUS MELAYANI DENGAN SEPENUH HATI”

Jakarta – Humas : Mahkamah Agung dalam cetak biru pembaharuan peradilan 2010 – 2035, telah menuangkan upaya perbaikan untuk mewujudkan Badan Peradilan Indonesia yang Agung, yang salah satu upayanya adalah berorientasi pada pelayanan publik yang prima. salah satu misi yang telah ditetapkan yakni memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan. Oleh karena itu menjadi keharusan bagi setiap Badan Peradilan untuk meningkatkan pelayanan publik dan memberikan jaminan proses peradilan yang adil.

Continue Reading

Pengadilan Agama Limboto “Menjadi Lebih Baik”

Setelah mendengar hasil yang diumumkan oleh Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo disela sela Upacara HUT Mahkamah Agung yang ke 70 tahun 2015, khusus Pengadilan Agama Limboto masih jauh dari harapan dalam bidang Inforamsi dan Teknologi, olehnya tepat  hari Jumat  tanggal 28 Agustus 2015 sekitar jam 14.00 wita rapat evaluasi dipimpin oleh Wakil Ketua Pengadilan Agama Limboto dimulai. Pada Evaluasi kali ini membahas ketertinggalan bidang Informasi dan Teknologi atau yang sering kita dengar bidang IT khusus di Pengadilan Agama Limboto.dengan “mendiagnosa” penyebabnya dan mencari solusi hingga sampai pada inovasi-inovasi.

Pembahasan diawali dengan Direktori Putusan tahun 2015 yang masih sangat minim dimuat hingga kendala yang ada dalam web Pengadilan Agama Limboto dan dilanjutkan dengan pembenahan Design WEB. Target yang dipatok oleh TIM IT akan rampung di akhir tahun 2015 dengan mengambil sampel WEB terbaik se Indonesia yang pernah menjuarai perlombaan yang dilaksanakan oleh Mahkamah Agung, olehnya MASTER PLAN telah dirancang sedemikian rupa dan disusul dengan program-program tambahan kemudian manajemen kinerja oleh semua stakeholder.

Continue Reading

55 Aparatur Peradilan Agama Kena Hukuman Disiplin

Semester Pertama 2015, 55 Aparatur Peradilan Agama Kena Hukuman Disiplin

Disadur dari : Jakarta l Badilag.net

Selama kurun waktu Januari-Juni 2015, 55 aparatur peradilan agama dikenai hukuman disiplin oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung. Mereka terdiri dari 35 hakim dan 20 PNS. Jika dirinci, 35 hakim tersebut terdiri atas 6 ketua, 5 wakil ketua dan 24 hakim pengadilan agama/mahkamah syar’iyah. Beberapa di antara mereka merupakan ketua dan anggota majelis.  

Sementara itu, 20 PNS peradilan agama yang kena hukuman disiplin terdiri atas panitera/sekretaris (5), wakil panitera (3), wakil sekretaris (2), panitera muda (2), jurusita (1), jurusita pengganti (2), kasubbag (1), dan staf (4). Sebagian di antara mereka bertugas di pengadilan tingkat banding.

Berdasarkan data yang dirilis Bawas MA pada pertengahan Juli 2015 lalu, secara keseluruhan pada semester pertama 2015 terdapat 167 aparatur peradilan yang kena hukuman disiplin ringan, sedang dan berat. Mereka terdiri atas hakim (75), hakim ad hoc (3), panitera/sekretaris (13), wakil panitera (8), wakil sekretaris (5), panitera muda (10), panitera pengganti (18), jurusita (5), jurusita pengganti (4), pejabat struktural (5), staf (20) dan calon hakim (1).

Continue Reading

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4