PA Ini Mendadak Dikunjungi Dirjen Badilag

Akan Naik Kelas, PA Ini Mendadak Dikunjungi Dirjen Badilag

di sadur dari Jakarta | badilag.net

Bekasi l Badilag.net

Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Drs. H. Abdul Manaf, M.H. mengunjungi Pengadilan Agama Bekasi, Kamis (30/7/2015) siang, tanpa terlebih dahulu memberi tahu pimpinan satuan kerja tersebut.

Kunjungan dadakan itu dilakukan Dirjen Badilag untuk mengetahui kondisi senyatanya, mulai dari administrasi perkara, administrasi persidangan, administrasi keuangan, hingga fasilitas pelayanan publik. Kunjungan serupa telah dilakukannya ke hampir seluruh PA di sekitar Jakarta.

Untuk PA Bekasi, selain mengejutkan, kunjungan dadakan orang nomor satu di Badilag itu punya makna tersendiri, karena PA yang gedungnya berdekatan dengan Gedung Pemerintah Kota Bekasi itu direncanakan segera naik kelas dari IB ke IA.

“PA Bekasi adalah salah satu PA yang diusulkan naik kelas. Nanti akan ada kunjungan dari tim gabungan, bukan dari Badilag saja,” kata Dirjen Badilag di hadapan pimpinan, hakim, pejabat fungsional dan struktural, serta seluruh pegawai PA Bekasi.

Dirjen Badilag menginginkan agar PA Bekasi berbenah dalam berbagai segi, sebelum dikunjungi oleh tim gabungan.

Dirjen Badilag menilai, secara umum PA Bekasi sudah sesuai dengan harapannya. Meski demikian, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan. Hasil penilaian itu didapatkanya setelah berkeliling dari lantai satu hingga lantai tiga untuk mengecek berbagai ruangan dan fasilitas, lalu memeriksa berbagai buku dan berkas.

 

Secara khusus, Dirjen Badilag memberi apresiasi terhadap pengelolaan keuangan perkara. “Tadi saya lihat Buku Induk Keuangan Perkara. Bagus dan enak dibaca,“ ujarnya. Sejauh ini, dari hasil kunjungannya ke banyak PA, Dirjen Badilag mengaku menemukan tiga PA yang Buku Induk Keuangan Perkara-nya ditulis dengan sangat baik, dan PA Bekasi adalah salah satunya. 

Sebaliknya, penataan arsip perlu menjadi perhatian. Dirjen Badilag memberi waktu hingga Desember 2015 untuk mewujudkan arsip yang tertata lebih baik. “Kalau sampai Desember tidak bisa membenahi arsip, akan naik kelas. Naik ke maqam yang lebih tinggi. Yaitu dari kelas IB ke kelas II,” Dirjen Badilag berkelakar.

Kebersihan juga menjadi fokus Dirjen Badilag. Setelah mengecek berbagai ruangan, dari ruang ketua, ruang hakim, ruang kepaniteraan, ruang kesekretariatan, ruang sidang, ruang posbakum, ruang tunggu hingga toilet, Dirjen Badilag menilai kebersihan PA Bekasi perlu ditingkatkan, terutama untuk fasilitas umum.

“Jumat besok harus dibersihkan. Laporkan hasilnya ke PTA dengan tembusan ke Badilag,”ujarnya.

Penempatan barang-barang, khususnya yang sudah tidak berguna, menurut Dirjen Badilag juga perlu dicarikan solusi, agar tidak menumpuk atau berserakan di berbagai sudut. Dirjen Badilag juga berpesan agar membiasakan diri berhemat menggunakan fasilitas kantor. “Kalau ruangan ditinggalkan, matikan AC-nya,” ia memberi contoh.

Selain itu, Dirjen Badilag menekankan pentingnya meningkatkan pelayanan publik. Ia memberi contoh kecil berupa penyediaan air di ruang tunggu yang sesungguhnya tidak akan terlalu membebani sebuah satker. “Sehaus-hausnya orang, tidak mungkin minum satu ember,” ujarnya.

Di ujung pembinaannya, Dirjen Badilag mengajak seluruh aparatur PA Bekasi untuk menjaga kekompakan. “Mari kita jaga kekompakan di antara kita. Kalau melihat kawan-kawan yang aneh, sampaikan ke pimpinan masing-masing. Jangan cepat-cepat kirim surat pengaduan. Apa jadinya kalau membuka aurat ke muka umum?” ujarnya.

Ketua PA Bekasi Drs. H. Mamat Ruhimat, S.H., M.H. sangat berterima kasih kepada Dirjen Badilag yang telah menyempatkan diri mengunjungi PA Bekasi. “Datangnya Bapak jadi motivasi kami untuk menjadi lebih baik lagi,” tuturnya. Ketua PA Bekasi, bersama jajarannya, menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan arahan-arahan yang disampaikan Dirjen Badilag.

Mengenai penataan arsip, Ketua PA Bekasi sudah punya jalan keluarnya. “Sudah pengadaan rak. Bersama-sama kita benahi. Jangankan Desember, akhir Agustus kita harapkan sudah rapi,” ia menegaskan.

Soal pelayanan, kebersihan, dan hal-hal lain, Ketua PA Bekasi bertekad untuk terus melakukan peningkatan, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh aparatur PA Bekasi maupun pencari keadilan dan masyarakat  secara umum. Saat ini, PA Bekasi dijadikan tempat mengabdi oleh 10 hakim—termasuk ketua dan wakil ketua—dan 38 aparatur non-hakim.

Hingga akhir Juli 2015, PA Bekasi telah menerima 1174 perkara gugatan dan 523 perkara permohonan, sehingga totalnya 2297 perkara. Rata-rata per bulan ada 327 perkara masuk. Sebagai tambahan informasi, di wilayah yang sama, Pengadilan Negeri Bekasi sejak beberapa tahun lalui berstatus PN Kelas IA Khusus atau dua tingkat di atas Kelas IB. [hermansyah]

  • /index.php/artikel/21-55-aparatur-peradilan-agama-kena-hukuman-disiplin
  • /index.php/artikel/19-pa-limboto-berkumpul-bersama-di-bulan-suci-ramadhan