Isbat Nikah Terpadu Pengadilan Agama Limboto

Di Penghujung tahun 2014  satu langkah maju dilakukan Pengadilan Agama Limboto. Di bawah pimpinan Drs. H. Komarudin, MH selaku Ketua,  Pengadilan Agama Limboto telah sukses  menggelar  pelaksanaan kegiatan Isbat Nikah Terpadu  di dua daerah yurisdiksinya  yaitu di  Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara. Kegiatan  ini merupakan  tindak lanjut  pelaksanaan nota kesepahaman atau MOU antara Ketua Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo Drs. H. A. Dahlan, SH. MH , Gubernur Gorontalo Rusli Habibie  dan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I tentang  Pelayanan Terpadu Kepemilikan Status Hukum Perkawinan Bagi Masyarakat Provinsi Gorontalo  yang di tandatangani tanggal 9 Oktober 2014. Maksud  pelaksanaan isbat nikah  terpadu ini adalah membantu masyarakat  terutama yang kurang mampu dan terpinggirkan  untuk memperoleh  kepastian dan identitas hukum dengan dpengesahan  nikah  yang selanjutnya  ini diharapkan dapat mewujudkan tertib akta nikah, administrasi kependudukan, dan bukti kelahiran anak bagi masyarakat Provinsi Gorontalo.

Continue Reading

PA Limboto : Pelaksanaan Eksekusi 13 Rumah

Eksekusi lahan sengketa antara KOYO ALATA, dkk  (Penggugat) dengan NARI DUDE, dkk (Tergugat) yang dimenangkan Penggugat,  sukses dilaksanakan oleh Pengadilan Agama Limboto pada hari Kamis tanggal 28 Agustus 2014. Objek eksekusi ini adalah sebidang tanah yang terletak di Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, dengan ukuran 102M  X  154M yang batas-batasnya adalah :

1.       Sebelah Utara berbatasan dengan tanah milik Ama Basiru

2.       Sebelah Selatan berbatasan dengan tanah milik Ayuba Suleman, Tino Karim dan Ansari Karim

3.       Sebelah Timur berbatasan dengan Sungai Bolango

4.       Sebelah Barat berbatsan dengan Pasar Telaga

Continue Reading

PA Limboto : Pelantikan Wakil Ketua

Jum'at 8 Agustus 2014, bertempat di Ruang Sidang Utama, Ketua Pengadilan Agama Limboto Drs. H. Komarudin, MH. mengambil sumpah jabatan sekaligus pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Limboto ibu Dra. St. Mahdianah. K., berdasarkan SK Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 1915/DjA/KP.04.6/SK/VII/2014 tanggal 6 Juni 2014.  Sebelum diangkat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Limboto, ibu Dra. St. Mahdianah. K, menjabat sebagai Hakim Pengadilan Agama Bantaeng, Sulawesi Selatan

Acara Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Limboto kali ini sangat istimewa, sebab di hadiri oleh Ketua PTA Gorontalo Drs. H. A. Dahlan, SH.,MH, dan Wakil Ketua PTA Gorontalo  ibu DR. Hj. Aisyah Ismail, SH. MH.  Selain itu dihadiri pula oleh para  Hakim Tinggi PTA Gorontalo, Ketua dan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Limboto beserta para hakimnya, Ketua  dan Wakil Ketua Pengadilan Agama sewilayah PTA Gorontalo beserta beberapa pejabat struktural dan fungsionalnya, dan pegawai Pengadilan Agama Limboto. Tampak hadir pula keluarga dari pejabat yang dilantik.

Continue Reading

Wawancara Calon Hakim Agung

Dirjen Badilag Ditanya Soal Teknis Hukum, Jarta Kekayaan hingga Poligami

di sadur dari : Jakarta l Badilag.net

Dirjen Badilag Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., menjalani wawancara terbuka di Komisi Yudisial, Kamis (10/7/2014). Wawancara itu merupakan tahap akhir seleksi calon hakim agung tahun 2014.

Tujuh komisioner KY menjadi pewawancara. KY juga melibatkan dua tokoh masyarakat, yaitu mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. A. Syafi’i Ma’arif dan mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H.

Sebagaimana dilaporkan hukumonline.com, mendapat kesempatan pertama wawancara, Purwosusilo lebih banyak ditanya soal pemahaman teknis hukum Islam dan harta kekayaan yang diperolehnya selama menjadi hakim peradilan agama.

Dalam wawancara itu, Purwosusilo mengungkapkan bahwa peradilan agama hanya ada di Indonesia dan tak dikenal di negara-negara lain. Meski demikian, di Australia ada Family Court yang menangani sengketa keluarga. Bedanya, peradilan agama tidak hanya menangani perkara yang berkaitan dengan hukum keluarga (Islam), tapi juga perkara-perkara lain seperti waris dan ekonomi syariah.

“Apakah konsep peradilan agama di Indonesia sudah benar atau model peradilan agama di negara lain yang salah?” tanya Ketua KY Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si.

“Tidak ada yang salah, tetapi masing-masing model peradilan disesuaikan dengan budaya di masing-masing negara yang bersangkutan dan pelaksanaan dijamin undang-undang,” jawab Purwosusilo.

Mengenai harta kekayaan, Purwosusilo mengungkapkan bahwa dirinya memiliki dua rumah di Tuban  dan di Yogyakarta.

Rumah di Tuban dibelinya pada tahun 2004 seharga Rp125 juta, hasil penjualan rumahnya di Madiun. Sementara rumahnya di Yogyakarta dibelinya pada tahun 2013 seharga Rp750 juta. Rumah itu dibelinya setelah gaji hakim naik signifikan tahun lalu. Saat ini, rumah itu masih kosong dan rencananya akan ditempati anaknya.

“Mobil hanya punya satu, itu pun saya hadiahkan untuk anak saya yang baru mau menikah kemarin. Saya sehari-hari pakai mobil dinas, tetapi sepanjang kepentingan pribadi yang bisa terjangkau saya naik motor atau angkot,” kata Purwosusilo.  

Dalam kesempatan ini, Purwosusilo mengaku pernah diintervensi dalam bentuk uang terkait perkara yang ditangani. Tapi, dirinya dapat menolak pemberian itu secara halus agar si pemberi uang tidak merasa tersinggung. “Itu salah satu contoh, saya bisa mengatasi tekanan dari luar,” ujarnya.

Salah satu komisioner KY, H. Imam Anshori Saleh, S.H., M.Hum., bertanya pandangan Purwosusilo mengenai poligami. Secara tegas, Purwosusilo mengaku enggan berpoligami. Menurutnya, dalam Islam, poligami diizinkan dalam kondisi tertentu dengan syarat bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya. Kalau tidak sanggup berlaku adil, hendaknya laki-laki hanya cukup dengan satu istri.

“Saya pribadi bukan tidak siap untuk berlaku adil, tetapi saya cukup satu orang istri dan Insya Allah akan tetap satu istri,” tandas Purwosusilo.

Selain Purwosusilo, pada hari yang sama, KY juga mewawancarai tiga calon hakim agung dari lingkungan peradilan agama. Mereka adalah H. Didin Fathuddin, S.H., M.H. (hakim tinggi PTA Jakarta), Drs. A. Choiri, S.H., M.H. (hakim tinggi PTA Surabaya), dan Dr. H. Amran Suadi, S.H., M.H., M.M. (Wakil Ketua PTA Surabaya). Secara keseluruhan, ada 11 peserta seleksi calon hakim agung tahun 2014 yang menjalani wawancara di KY. Wawancara itu dilakukan selama tiga hari, 10-12 Juli 2014.

Tujuh calon hakim agung yang diwawancarai KY terdiri dari empat calon hakim agung Kamar Perdata, dua calon hakim agung Kamar Pidana, dan satu calon hakim agung Kamar Tata Usaha Negara. Pada awalnya, KY berniat memilih 10 calon hakim agung tahun ini. Namun, karena lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas, KY tidak akan memaksakan diri. Sebagaimana diungkapkan Ketua KY Suparman Marzuki beberapa waktu lalu, kemungkinan KY akan memilih kurang dari 10 calon hakim agung untuk disodorkan ke Komisi III DPR. [hermansyah]

Empat Calon Hakim Agung Kamar Agama Lolos ke Tahap Wawancara

Jakarta l Badilag.net

Sebelas peserta seleksi calon hakim agung dinyatakan lulus pada seleksi tahap keempat yang difokuskan pada penilaian integritas.

Informasi itu disampaikan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki, Jumat (4/7/2014). Selanjutnya, menurut Ketua KY, sebelas orang itu akan mengikuti seleksi tahap akhir di KY berupa wawancara yang akan diselenggarakan pada pekan depan. Sebelas orang itu terdiri dari empat calon hakim agung Kamar Agama, empat calon hakim agung Kamar Perdata, dua calon hakim agung Kamar Pidana, dan satu calon hakim agung Kamar Tata Usaha Negara.

Continue Reading

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5