Wawancara Calon Hakim Agung

Dirjen Badilag Ditanya Soal Teknis Hukum, Jarta Kekayaan hingga Poligami

di sadur dari : Jakarta l Badilag.net

Dirjen Badilag Dr. H. Purwosusilo, S.H., M.H., menjalani wawancara terbuka di Komisi Yudisial, Kamis (10/7/2014). Wawancara itu merupakan tahap akhir seleksi calon hakim agung tahun 2014.

Tujuh komisioner KY menjadi pewawancara. KY juga melibatkan dua tokoh masyarakat, yaitu mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. A. Syafi’i Ma’arif dan mantan Wakil Ketua Mahkamah Agung Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, S.H., M.H.

Sebagaimana dilaporkan hukumonline.com, mendapat kesempatan pertama wawancara, Purwosusilo lebih banyak ditanya soal pemahaman teknis hukum Islam dan harta kekayaan yang diperolehnya selama menjadi hakim peradilan agama.

Dalam wawancara itu, Purwosusilo mengungkapkan bahwa peradilan agama hanya ada di Indonesia dan tak dikenal di negara-negara lain. Meski demikian, di Australia ada Family Court yang menangani sengketa keluarga. Bedanya, peradilan agama tidak hanya menangani perkara yang berkaitan dengan hukum keluarga (Islam), tapi juga perkara-perkara lain seperti waris dan ekonomi syariah.

“Apakah konsep peradilan agama di Indonesia sudah benar atau model peradilan agama di negara lain yang salah?” tanya Ketua KY Dr. Suparman Marzuki, S.H., M.Si.

“Tidak ada yang salah, tetapi masing-masing model peradilan disesuaikan dengan budaya di masing-masing negara yang bersangkutan dan pelaksanaan dijamin undang-undang,” jawab Purwosusilo.

Mengenai harta kekayaan, Purwosusilo mengungkapkan bahwa dirinya memiliki dua rumah di Tuban  dan di Yogyakarta.

Rumah di Tuban dibelinya pada tahun 2004 seharga Rp125 juta, hasil penjualan rumahnya di Madiun. Sementara rumahnya di Yogyakarta dibelinya pada tahun 2013 seharga Rp750 juta. Rumah itu dibelinya setelah gaji hakim naik signifikan tahun lalu. Saat ini, rumah itu masih kosong dan rencananya akan ditempati anaknya.

“Mobil hanya punya satu, itu pun saya hadiahkan untuk anak saya yang baru mau menikah kemarin. Saya sehari-hari pakai mobil dinas, tetapi sepanjang kepentingan pribadi yang bisa terjangkau saya naik motor atau angkot,” kata Purwosusilo.  

Dalam kesempatan ini, Purwosusilo mengaku pernah diintervensi dalam bentuk uang terkait perkara yang ditangani. Tapi, dirinya dapat menolak pemberian itu secara halus agar si pemberi uang tidak merasa tersinggung. “Itu salah satu contoh, saya bisa mengatasi tekanan dari luar,” ujarnya.

Salah satu komisioner KY, H. Imam Anshori Saleh, S.H., M.Hum., bertanya pandangan Purwosusilo mengenai poligami. Secara tegas, Purwosusilo mengaku enggan berpoligami. Menurutnya, dalam Islam, poligami diizinkan dalam kondisi tertentu dengan syarat bisa berlaku adil terhadap istri-istrinya. Kalau tidak sanggup berlaku adil, hendaknya laki-laki hanya cukup dengan satu istri.

“Saya pribadi bukan tidak siap untuk berlaku adil, tetapi saya cukup satu orang istri dan Insya Allah akan tetap satu istri,” tandas Purwosusilo.

Selain Purwosusilo, pada hari yang sama, KY juga mewawancarai tiga calon hakim agung dari lingkungan peradilan agama. Mereka adalah H. Didin Fathuddin, S.H., M.H. (hakim tinggi PTA Jakarta), Drs. A. Choiri, S.H., M.H. (hakim tinggi PTA Surabaya), dan Dr. H. Amran Suadi, S.H., M.H., M.M. (Wakil Ketua PTA Surabaya). Secara keseluruhan, ada 11 peserta seleksi calon hakim agung tahun 2014 yang menjalani wawancara di KY. Wawancara itu dilakukan selama tiga hari, 10-12 Juli 2014.

Tujuh calon hakim agung yang diwawancarai KY terdiri dari empat calon hakim agung Kamar Perdata, dua calon hakim agung Kamar Pidana, dan satu calon hakim agung Kamar Tata Usaha Negara. Pada awalnya, KY berniat memilih 10 calon hakim agung tahun ini. Namun, karena lebih mementingkan kualitas ketimbang kuantitas, KY tidak akan memaksakan diri. Sebagaimana diungkapkan Ketua KY Suparman Marzuki beberapa waktu lalu, kemungkinan KY akan memilih kurang dari 10 calon hakim agung untuk disodorkan ke Komisi III DPR. [hermansyah]

Empat Calon Hakim Agung Kamar Agama Lolos ke Tahap Wawancara

Jakarta l Badilag.net

Sebelas peserta seleksi calon hakim agung dinyatakan lulus pada seleksi tahap keempat yang difokuskan pada penilaian integritas.

Informasi itu disampaikan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki, Jumat (4/7/2014). Selanjutnya, menurut Ketua KY, sebelas orang itu akan mengikuti seleksi tahap akhir di KY berupa wawancara yang akan diselenggarakan pada pekan depan. Sebelas orang itu terdiri dari empat calon hakim agung Kamar Agama, empat calon hakim agung Kamar Perdata, dua calon hakim agung Kamar Pidana, dan satu calon hakim agung Kamar Tata Usaha Negara.

Continue Reading

Sembilan PTA Mempunyi Ketua Baru

Jakarta l Badilag.net

Sembilan orang dilantik menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama oleh Ketua Mahkamah Agung Dr. H. M. Hatta Ali, S.H., M.H., Kamis (12/6/2014), di Gedung Sekretariat MA, Jakarta.

Pelantikan mereka dibarengkan dengan pelantikan sembilan Ketua Pengadilan Tinggi dan dua Kepala Pengadilan Militer Tinggi, serta satu Kepala Pengadilan Tinggi Utama.

Sembilan Ketua PTA yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua MA adalah:

Continue Reading

Pesan Ketua MA Kepada 200 Cakim

Ketika seseorang menentukan pilihan profesi sebagai Hakim, sejak awal harus disadari  bahwa tugas Hakim sangat berat  namun mulia. Kepada  hakim  masyarakat  menaruh  harapan terwujudnya kebenaran keadilan. Oleh karena itu, Ketua Mahkamah Agung meminta kepada para Calon Hakim yang telah lulus pendidikan dan pelatihan untuk memiliki komitmen terhadap dirinya sendiri dan lembaga tempat calon Hakim bernaung dan mengabdi,  untuk senantiasa mendengar degub nadi masyarakat, sebagai representasi harapannya  yang mendambakan ditegakkannya  keadilan dan kepastian hukum.

Dalam hubungannya dengan hal tersebut, lanjutnya, sepatutnya para calon hakim merenungkan ungkapan hati mantan Menteri Kehakiman,  almarhum Ismail  Saleh, SH.,  “Kalau terpaksa gunung akan bergeser,  bergeserlah.... Kalau laut akan meluap,  meluaplah.... Kalau sinar rembulan akan pudar sudah,  pudarlah.... Tetapi, janganlah wibawa hukum, keadilan, dan kebenaran  mulai pudar, sebab kalau sampai  pudar,  terancamlah  peradaban kita” pesan Ketua Mahkamah Agung RI, Dr. H.M. Hatta Ali, SH., MH saat melantik kelulusan Calon Hakim angkatan VII Program Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim Terpadu Angkatan II, di Auditorium Badan Litbang Diklat Kumdil Mahkamah Agung RI, Megamendung – Bogor, Selasa (10/06/2014).

Continue Reading

Sosialisasi SEMA No.1 Tahun 2014

Terhitung 1 Maret 2014, Mahkamah Agung RI memberlakukan SEMA No. 1 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Surat Edaran Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2010 tentang Dokumen Elektronik Sebagai Kelengkapan Permohonan Kasasi dan Peninjauan Kembali. SEMA ini lahir sebagai perubahan sekaligus penyempurnaan Dokumen Elektronik yang wajib dikirimkan oleh Pengadilan ke Mahkamah Agung RI untuk Kelengkapan Berkas Kasasi dan Peninjauan Kembali. Adanya SEMA No. 1 Tahun 2014 ini diharapkan menjadi pendukung program MA untuk menyelesaikan perkara yang masuk dalam jangka waktu 3 bulan.

Hal ini diungkapkan oleh Tim dari Direktorat Pranata dan Tatalaksana Perkara Perdata Agama Mahkamah Agung Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama yaitu Drs. Yusrizal, MH., Candra Boy Saroza. S.Ag, M.Ag. dan Hj. Aisyah, SH.MH yang melaksanakan sosialisasi SEMA No. 1 Tahun 2014 di ruang sidang 2 Pengadilan Agama Limboto  pada hari selasa 16 April 2014. Sosialisasi ini diikuti oleh Pegawai Pengadilan Agama Limboto dan Pengadilan Agama Tilamuta.

Continue Reading

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5